Slider

Aktual

Smal Galeri

Artikel

Aqidah

Galeri

Berita

Video

Rahasia Teknologi Ternak Lele Panen 8 Kali Lipat. Lele merupakan makanan favorit msyarakat dengan protein yg cukup tinggi. Berbagai upaya teknologi ternak lele dikembangkan untuk menggenjot produksi lele.

Kolam 1 m3 mampu menghasilkan 250 kg lele, lazimnya hanya 31 kg. Panen lele kini meningkat 800%. Sekilas tidak ada yang spesial di empat kolam semen yang saling berhadapan itu. Pengelola membudidayakan lele di kolam milik Sekolah Tinggi Perikanan (STP), Serang, Provinsi Banten, itu.
Yang istimewa sebuah kolam berukuran 2 m x 1,5 m x 0,7 m itu berpopulasi 5.000 lele. Artinya rata-rata populasi 2.380 ikan per 1 m3. “Lazimnya peternak hanya mengisi 300 lele per m3,” kata Margono SSTPi, penanggung jawab pembenihan di kampus itu.
x


Margono menebar bibit berukuran 9—10 cm. Alasannya daya adaptasi tinggi dan lebih seragam sehingga tidak perlu penyortiran ukuran. Mereka menggunakan lele sangkuriang hasil pembenihan sendiri. Pemberian pakan dengan pelet dua kali sehari sampai kenyang. Pemberian pakan secepat mungkin agar tersebar merata ke semua lele. Food Convertion Ratio (FCR) atau rasio konversi pakan mencapai 0,9—1.

Artinya untuk menghasilkan 1 kg daging diperlukan 0,9—1 kg pakan. Survival rate atau tingkat kelulusan hidup mencapai 80%. Lama pemeliharaan 3 bulan. Panen dilakukan sekali per 2 pekan saat 1 kg lele berisi 8 ekor. “Hasil panen berkisar antara 450—500 kg per kolam,” kata Margono. Panen terakhir pada Juli 2015 menghasilkan 468 kg lele. Hasil panen dijual ke beberapa pengepul dari Serang dan sekitarnya.

Teknologi Ternak Lele: Panen besar
Saat itu Margono menjual ikan anggota famili Clariidae itu Rp19.500 per kg. Ia mengutip laba Rp8.000 per kg sehingga labanya Rp3,7-juta per kolam. Total jenderal Margono meraup Rp29,9-juta dari 8 kolam. Bandingkan dengan omzet peternak konvensional yang menebar 300 ekor per m3. Dengan sintasan 90% peternak hanya menuai 62 kg dalam periode sama. Artinya produksi lele di kolam Margono 700% lebih tinggi.
Produksi meningkat karena populasi lele superpadat. Padahal, kebanyakan peternak enggan membudidayakan lele dengan kepadatan tinggi karena berpotensi mati. Kepala Bagian Administrasi Pelatihan Perikanan Lapangan (BAPPL), Sekolah Tinggi Perikanan, Sinung Rahardjo APi MSi, mengatakan kematian tinggi karena kandungan oksigen dalam air rendah sehingga tercipta kondisi anaerob.

Dampaknya dekomposisi bahan organik menimbulkan senyawa beracun seperti amonia, nitrit, dan hidrogen sulfida. Senyawa itu lebih cepat terserap insang daripada oksigen sehingga menyebabkan ikan mati. Meski padat tebar tinggi, Clarias sp. di kolam milik BAPPL hidup nyaman. Survival rate alias tingkat kelulusan hidup mencapai 80%. Apa rahasia lele hidup tenteram di kolam kecil tapi bisa panen besar?

“Kami menggunakan teknologi Catfish Farming in Recirculation System Tank (C-First) atau budidaya lele dengan sistem resirkulasi,” kata Sinung. Kandungan oksigen dengan sistem resirkulasi menjadi lebih baik karena adanya aliran air sepanjang waktu sehingga kondisi menjadi aerob. Dampaknya nitrifikasi alias perubahan amonia menjadi nitrit dan nitrit menjadi nitrat berlangsung dengan baik.

Oleh karena itu senyawa beracun penyebab kematian ikan tidak terbentuk. Dengan cara itu lele dengan padat tebar tinggi hidup nyaman. Itu sejalan dengan penelitian Nainna Anjanni Ade Lestari, Rara Diantari, dan Eko Efendi. Para periset dari Jurusan Budidaya Perairan Universitas Lampung itu yang mengungkapkan kandungan fosfat menurun karena penggunaan filter mekanik berupa arang dan zeolit.

Hasil riset yang termaktub dalam e-Jurnal Rekayasa Dan Teknologi Budidaya Perairan 2015 itu menunjukkan arang paling banyak menyerap fosfat sebanyak 0,02675 mg per liter. Sementara zeolit menurunkan fosfat 0,021 mg per liter. Konsenstrasi fosfat yang tinggi dalam perairan mempengaruhi metabolisme ikan dan bisa menyebabkan kematian.

Teknologi Ternak Lele: Filter biologis
Kepala BAPPL sebelumnya, Dr TB Haeru Rahayu MSc, yang mempopulerkan istilah C-First 250. Angka 250 mengacu pada hasil panen 250 kg per m3. Penelitian terkait C-First dilakukan sejak 2004. Sistem itu lahir berkaitan dengan isu budidaya yang berkelanjutan. Prinsipnya mengefisiensikan penggunaan energi dan meminimalisir limbah.

Peneliti lele dari Balai Penelitian Pemuliaan Ikan (BPPI), Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Bambang Iswanto SPi MP, mengatakan sistem resirkulasi pada budidaya lele tergolong baru di Indonesia. Bambang sudah mengunjungi beberapa sentra lele seperti Bogor (Jawa Barat), Boyolali (Jawa Tengah), dan Tulungagung (Jawa Timur) dan belum menemukan peternak yang menggunakan sistem itu. “Mungkin ini baru yang kali pertama,” kata pria berumur 36 tahun itu.

Resirkulasi pada pembenihan lazim dilakukan para peternak ikan di Belanda. Bambang pernah memperoleh informasi pembesaran ikan di beberapa negera di Afrika menggunakan sistem resirkulasi. Sayang, informasi yang ia dapat kurang mendetail sehingga tidak diketahui pasti sistem resirkulasi yang digunakan.
xDengan C-First air di kolam itu disirkulasi sepanjang waktu. Margono mengandalkan pompa 125 watt untuk mengalirkan air. Jika listrik padam, ia memanfaatkan genset. Dari kolam air mengalir melewati talang berdiameter 10 cm menuju filter mekanik. Partikel kasar dalam air tersaring di dalam filter mekanik yang berisi susunan papan kayu. Selanjutnya air masuk ke bak pengendapan tempat partikel halus terperangkap.

Setelah itu air dipompa ke atas melewati filter biologis yang berisi bola-bola hitam alias bioball. Di dalam filter biologis itulah terjadi proses nitrifikasi. Terakhir air masuk ke bak kontrol yang selanjutnya mengalirkan air ke masing-masing kolam. Setiap pekan petugas membersihkan filter mekanik untuk menghilangkan kotoran sehingga dapat berfungsi maksimal.

Teknologi Ternak Lele: Serbahemat
Menurut Bambang sistem resirkulasi memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu kelebihan sistem itu yakni hemat air dan berproduksi banyak karena padat tebar tinggi. Kelemahan sistem ini antara lain mengandalkan listrik agar pompa bekerja mengalirkan air. Lebih lanjut Bambang mengatakan teknik resirkulasi memungkinkan diadopsi peternak lain.
“Sistem itu pilihan lain bagi peternak. Sebab tiap daerah punya cara tersendiri membudidayakan lele,” kata pria kelahiran Malang, Jawa Timur, itu. Sinung menuturkan C-First dapat dilakukan pada daerah yang pasokan airnya terbatas. Sistem ini juga hemat tempat sehingga dapat dilakukan di perkotaan. Yang istimewa produktivitas C-First tinggi. “Pengelolaan kolam juga mudah,” kata Margono.

Menurut Sinung sistem resirkulasi konsep lama. Masyarakat tidak tertarik membuat sistem itu karena biayanya mahal. Margono mengatakan kolam resirkulasi di Serang menghabiskan Rp60-juta. Apalagi sistem itu sangat mengandalkan listrik sebagai penggerak pompa. Solusinya pembuatan kolam C-First bisa dilakukan oleh kelompok pembudidaya sehingga biaya lebih ringan. (Riefza Vebriansyah – Majalah Trubus)


Amir Ahmed Ali (25 tahun), merupakan bujang asal Damaskus. Ia direkrut ISIS tiga tahun silam. Posisinya ditempatkan dalam pasukan bersenjata yang bertanggung jawab pada artileri. Kiprahnya bersama ISIS tamat saat ia tertangkap militer di Cizire, suatu kawasan Kurdi di Suriah, tiga bulan lalu.

Ia berkenan untuk diwawancarai media setempat, Rudaw.net, Senin (30/3). Mantan tentara pembebasan Suriah (SFA) itu membeberkan semua rahasia di balik kejahatan kemanusiaan yang dilakukan ISIS. Berikut fakta mengenai ISIS yang ia ungkapkan:

1. ISIS berencana menguasai seluruh dunia. Mengontrol peradaban dan meletakkan dasar-dasar negara Islam yang dianut dan diyakininya. Dunia, bagi ISIS, adalah satu, Negara Islam.

2. Yahudi dan Kristiani merupakan musuh utama, jika menolak masuk Islam, nyawa mereka melayang.

3. Semua bangsa Kurdi adalah Kafir di mata ISIS.

4. Di ISIS, jika salah satu anggota menolak untuk membunuh seseorang, maka ia sendiri yang akan dibunuh. Semua perintah datang dari Amir (pemimpin) dan fatwa seorang Syeikh.

5. ISIS memiliki banyak Amir, tak hanya dari Irak dan Suriah, Amir juga tercatat dari bangsa luar, mulai dari Libya Arab Saudi, Turki, hingga Cina.

6. Usai menuntaskan misi di Irak dan Suriah, ISIS berencana meluaskan ekspansi ke Yaman, Arab Saudi, Lebanon, dan Eropa.

7. Pejuang ISIS yang telah tertangkap, jika dilepaskan suatu saat, ISIS akan membunuhnya. Ini demi menjaga semua rahasia pergerakan ISIS.

8. Militan ISIS didoktrin oleh para Syeikh dan Amir, jika mereka gugur dalam pertempuran, mereka mati secara jihad. Anggota ISIS memercayai mereka akan disambut oleh malaikat perempuan di surga.

9. ISIS tidak menggaji para pasukannya. Pergerakan ISIS bersifat sukarela.

10. ISIS tidak memiliki pejuang perang dari golongan perempuan.

11. Gudang senjata ISIS berada di Irak, Libya, Turki dan Arab Saudi. Semua pasokan senjata merupakan pampasan dan didistribusikan melalui penyelundupan.

12. Militan ISIS diajarkan membuat bahan peledak oleh militan dari Chechnya dan Afghanistan.

13. ISIS akan membunuh semua wartawan yang ia temui di medan perang. Menurut mereka, wartawan justru memberi citra buruk dagi ISIS.

______
http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/global/15/03/31/nm2dvy-13-fakta-isis-bengis-pengakuan-algojo-insaf

Merdeka.com - Tanpa diduga siapapun, kemarin (25/3) Arab Saudi menginvasi Yaman. Tak tanggung-tanggung, Negeri Petro Dollar itu mengerahkan 100 jet tempur dan 150 ribu infantri yang sekarang berjaga di perbatasan kedua negara. Operasi militer ini digalang bersama 10 negara Timur Tengah lainnya.



Juru bicara Saudi, Adel al-Jubair, mengatakan negaranya berkepentingan melindungi pemerintahan sah Yaman, dipimpin oleh Presiden Abdurabuh Mansyur Hadi. Sang presiden itu sejak awal 2015 terpaksa menyingkir dari Ibu Kota Sanaa karena serangan pemberontak dari Suku Houthi yang bermazhab Islam Syiah.

Russian Times melaporkan, Jumat (27/3), dunia internasional mengecam tindakan sepihak Saudi. Rusia meminta Raja Salman sebagai pemimpin Saudi menghentikan operasi militer tersebut.
"Segala kekerasan dan kegiatan militer di Yaman harus dihentikan. Setiap pihak yang bertikai perlu mengupayakan solusi damai," kata Presiden Rusia Vladimir Putin.

Kementerian Luar Negeri China turut prihatin atas perkembangan di Yaman yang sejak dua tahun terakhir mengalami perang saudara.
"China mendesak semua pihak untuk bertindak sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai Yaman, dan untuk menyelesaikan sengketa melalui dialog," ungkap Juru bicara Kementerian China, Hua Chunying.


Analis militer CNN, Rick Francona, meyakini invasi Saudi merupakan babak baru perebutan pengaruh antara dua mazhab dalam Islam di Timur Tengah. Saudi dikenal sebagai negara yang memproklamirkan diri berlandaskan mazhab Sunni. Sementara pemberontak Houthi yang secara de facto menguasai Yaman sekarang berisikan militan Syiah.

"Saudi meyakini Houthi didukung oleh Iran yang juga merupakan negara mayoritas Syiah," kata Francona.
Saudi juga tidak malu-malu mengungkapkan alasan operasi militer itu. Jubair dalam jumpa pers menyatakan pasukan Houthi mendapat pasokan senjata dan dana dari "kekuatan di kawasan."

Presiden Mansyur Hadi yang tersingkir, kini bersembunyi di Kota Aden. Pekan lalu, militan Houthi sudah merangsek masuk ke wilayah tersebut. Dalam waktu kurang dari tiga hari, Saudi akhirnya menggelar operasi militer. Negara-negara di Teluk yang juga bermazhab Sunni ikut serta, semisal Qatar, Kuwait, Yordania, hingga Mesir.

Amerika Serikat dilaporkan belum mau terlibat. Sumber CNN di Pentagon menyatakan Presiden Barack Hussein Obama merestui invasi Saudi, tapi tidak akan mengerahkan kekuatan militer untuk ikut menyerbu Yaman.

"Tentara AS bisa membantu logistik dan pasokan informasi intelijen, tapi sebatas itu," ungkap petinggi militer tak disebut namanya ini.
Stasiun Televisi Aljazeera turut melaporkan perkembangan tak terduga di Yaman sebagai permainan politik antara Saudi versus Iran.

Dalam peta politik saat ini, Iran unggul selangkah di Suriah dan Yaman. Bahkan eksistensi Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) belum mampu menggoyang Presiden Suriah Basyar al-Assad yang sejak lama didukung oleh Teheran.

Analis politik Aljazeera mengatakan Saudi semakin gerah melihat manuver Iran beberapa tahun terakhir. Di Bahrain dan di provinsi selatan Saudi, minoritas Syiah semakin berani menuntut otonomi khusus dan menggelar unjuk rasa. Para pangeran di Riyadh meyakini Presiden Iran Hassan Rouhani ikut campur atas kejadian-kejadian itu.

Sunni-Syiah sudah tidak akur sejak era kekhalifahan Islam sepeninggal Nabi Muhammad. Namun baru di era modern lah, perang pengaruh itu terwujud dalam adu kuat dua negara.

Iran-Saudi tidak berbatasan langsung. Tapi sejak 1970-an, khususnya ketika Revolusi Islam di Iran menghasilkan pemerintahan Syiah fanatik, perang dingin di Timur Tengah memanas.

Adu pengaruh Iran-Saudi terjadi di Kuwait, yang akhirnya berujung pada Perang Teluk pada 1990-an. Kini, skenario perang dua negara sama-sama kaya minyak berpindah ke Yaman. Saudi berang, karena penduduk Syiah di Yaman cuma 35 persen, tapi intelijen Iran dituding berhasil memprovokasi mereka mendongkel pemerintahan.

Yaman yang dipimpin Syiah merupakan mimpi buruk bagi Saudi, apalagi negara miskin itu berbatasan langsung dengan Tanah Suci Makkah.
Russian Times mencatat seluruh elemen bersenjata di Timur Tengah mengakui yang berperang sekarang adalah Iran dan Saudi. Sementara Houthi hanya jadi pion.

Perebutan pengaruh politik di jazirah Arab ini merugikan seluruh dunia. Harga minyak dunia kemarin melonjak karena pedagang dan importir khawatir serangan Saudi tidak bisa dipastikan akhirnya. Alhasil, pasokan minyak bisa terganggu. Harga minyak Brent naik lebih dari USD 3 per barel mencapai USD 59,78 per barel.

Di sisi lain, warga sipil juga menjadi korban dari permainan politik tingkat tinggi ini. Serangan perdana jet tempur Saudi ke pinggiran Ibu Kota Sanaa menewaskan 13 orang, semuanya penduduk biasa, bukan militan Houthi.

"Semua pihak di Yaman harus bertanggung jawab. Respon militer tidak akan menyelesaikan krisis di Yaman," kata Kepala Hubungan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini.

Kunci menghentikan kekacauan kini sepenuhnya ada di tangan Iran dan Saudi.

______
http://www.merdeka.com/dunia/arab-saudi-serbu-yaman-fase-baru-sunni-lawan-syiah.html
http://www.merdeka.com/dunia/arab-saudi-serbu-yaman-fase-baru-sunni-lawan-syiah-splitnews-2.html

RIYADH - Pemimpin Arab Saudi, Raja Salman membeberkan alasan mengapa dia memenuhi permintaan Presiden Yaman, Abed Rabbo Mansour Hadi untuk membombardir Houthi. Menurut Salman, bila dibiarkan Houthi bukan hanya menjadi ancaman bagi Yaman tapi juga bagi seluruh wilayah di kawasan Teluk.

"Operasi ini sangat penting, karena Houthi memiliki potensi besar untuk memberkan ancaman terhadap stabilitas kawasan (Teluk)," ucap Salam saat berbicara dalam pertemuan Liga Arab di Sharm el-Sheikh. Seperti dilansir Al Arabiya pada Sabtu (28/3/2015).

Dalam pertemuan itu juga nampak kehadiran Hadi, yang memang dikabarkan sudah berada di Saudi sejak tengah pekan lalu. Krisis di Yaman disebut menjadi pokok pembahasan dalam pertemuan Liga Arab yang ke-46 tersebut.

Selain krisis di Yaman, konflik di Libya yang terus memanas dan juga perkembangan ISIS di Irak dan Suriah akan menjadi agenda utama pembicaraan pertemuan 22 pemimpin negara-negara Arab tersebut.

Salah satu hasil yang coba dicapai oleh para pemimpin Arab tersebut adalah adanya sebuah pasukan militer gabungan negara Arab, sejenis NATO di Eropa. Pasukan ini akan diturunkan untuk melawan kelompok militan yang beroprasi di kawasan Teluk dan Timur Tengah, serta pasukan ini juga dimaksukan untuk menekan pengaruh Iran di kawasan.


http://international.sindonews.com/read/982503/44/ini-alasan-raja-salman-gempur-houthi-di-yaman-1427545152

Militer Arab Saudi tengah melancarkan operasi serangan terhadap pemberontak Houthi di Yaman, kata Dubes Saudi untuk Amerika Serikat.

Dubes Saudi untuk AS, Adel al-Jubeir, mengatakan negaranya beraksi demi ‘membela pemerintahan sah’ yang dipimpin Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi.

Operasi militer yang melibatkan serangan udara itu, menurut Al-Jubeir, dimulai Kamis (26/03) pukul 23.00 GMT atau pukul 06.00 WIB.
Dia mengatakan operasi tersebut juga disokong sejumlah negara Teluk.

Serangan Arab Saudi terjadi hanya dua hari setelah Menteri Luar Negeri Yaman Riad Yassin memohon Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) untuk melakukan intervensi militer. Permohonan Yassin dikutip surat kabar Arab Saudi, Asharq al-Awsat.

Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi berusaha mempertahankan kekuasaannya dengan mengungsi ke Aden.


Konflik di Yaman terjadi setelah kubu pemberontak Houthi melengserkan Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi. Hadi kemudian berupaya mempertahankan kekuasaannya dengan mengungsi dari Ibu Kota Sanaa dan mendirikan pusat pemerintahan di Kota Aden.

Sepak terjang kaum Houthi telah membangkitkan dugaan Arab Saudi bahwa aksi mereka disokong oleh pemerintah Iran, yang juga beraliran Syiah. Namun, baik kaum Houthi dan Iran menepis dugaan tersebut.
Meski demikian, ada kekhawatiran bahwa operasi militer Saudi akan memicu konflik baru yang menyeret Iran.

_______
sumber:
http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/03/150326_yaman_saudi_militer


Keberadaan ICC Bentuk Intervensi Pemerintah Iran kepada Indonesia
Ustadz Farid Ahmad Okbah (kanan)

JAKARTA– Islamic Cultural Center (ICC) lembaga di bawah Kedutaan Besar Iran di Jakarta yang beralamat di Jalan Buncit Raya kav 35 Pejaten Barat, merupakan lembaga yang diduga kuat mengintervensi pemerintah Indonesia.

“Di dalam dokumen resmi milik ICC ada ungkapan starategi nomor lima yang isinya mempublikasikan setiap wacana keislaman yang konstruktif dan revolusioner dalam berbagai bentuknya,” papar Ustadz Farid Ahmad Okbah di hadapan anggota Komis VIII DPR, Jakarta Rabu (1/2/2015).

Hal ini bisa perorangan, bisa kelompok, bisa lembaga bisa negara karena memang Iran telah menetapkan ekspor revolusinya. “Ini adalah sebuah pernyataan dari mereka,” tambahnya.


Ustadz yang getol mendakwahkan bahaya Syiah ini memaparkan, bahwa dalam dokumen ICC juga tertulis, “Dalam bidang humas dan komunikasi menyebarkan pamflet, poster,stiker, selebaran dakwah dan iklan layanan masyarakat dan membangun jaringan antar lembaga ahlul bait (syiah) dengan lembaga keagamaann lainnya baik dalam dan luar negeri pengiriman mubaligh dan mubalighah ke daerah-daerah” .

“Tentunya ini bentuk intervensi Iran terhadap Indonesia,” kata Ustadz yang sejak tahun 1980 mempelajari sepak terjang Syiah di Indonesia ini.



Dewan Syuro Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) ini juga menyebut sudah ada 1000 lebih buku Syiah berbahasa Indonesia yang telah diterbitkan oleh penerbit Alhuda di bawah payung ICC.

Sementara negara Iran sendiri undang-undang dasarnya berdasarkan Islam Syiah Imamiyah 12 imam. “Otomatis yang diluar Syiah tidak diakui oleh Iran,” jelas Ustadz Farid.

Pada kesempatan itu Ustadz Farid menekankan pula kepada anggota Komisi VII, masalah Syiah adalah masalah keamanan, politik dan intervensi asing terhadap kedaulatan NKRI.

Fakta lapangan yang dikemukakan tersebut ternyata sejalan dengan Majelis Ulama Indonesia yang memandang akar masalah menjamurnya Syiah di Indonesia adalah karena adanya perhatian yang besar dari pemerintah Iran melalui jalur pendidikan, kebudayaan dan keagamaan. Dalam konteks ini Majelis Ulama Indonesia meminta kepada pemerintah RI membatasi kerjasama bilateral hanya dalam bidang politik dan ekonomi-perdagangan, dan tak merambah bidang pendidikan, kebudayaan dan keagamaan. Seperti dimaklumi bahwa perkembangan infiltrasi ajaran Syiah di Indonesia masuk melalui ketiga jalur tersebut. Kebijakan politik itu perlu diambil segera oleh pemerintah RI Cq Kementrian Luar Negeri RI, Kementrian Agama RI, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk menghentikan laju perkembangan gerakan Syiah di Indonesia yang dirasakan sangat meresahkan umat Islam di Indonesia, berpotensi mengancam stabilitas Negara, dan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. (Lihat buku: Mengenal dan mewaspadai penyimpangan Syiah di Indonesia, Tim Penulis MUI Pusat, hal 131).

Puluhan ulama dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Syiah mengunjungi Komisi VIII DPR dan diterima oleh anggota dewan di Ruang Mahkamah Kehormatan Dewan. Mereka datang untuk mengadukan penodaan agama yang dilakukan oleh Syiah di berbagai daerah di Indonesia.

Hadir dalam kesempatan itu di antaranya KH. Athian Ali Dai (Ketua ANNAS) Habib Ahmad Zein Al AKaff (Wakil Rais Syuriah PWNU Jawa Timur), Farid Ahmad Okbah (pimpinan Pesantren Al Islam), KH. Atip Latiful Hayat, SH.LLM, PH.D (Calon Kandidat HakimAgung), Prof Asep Warlan Yusuf (Guru Besar Ilmu Hukum Unpar), KH. Lailurrahman (BASRA), KH. Kholil Ridwan (Ketua MUI), KH Ali Kharar (Ulama Madura), Amin Djamaluddin (LPPI), Fahmi Salim Lc, MA (Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah), dan masih banyak lagi. (azmuttaqin/arrahmah.com) A. Z. Muttaqin Kamis, 15 Rabiul Akhir 1436 H / 5 Februari 2015 11:47

***

Kedutan RI di Teheran adakan Jum’atan diteror


Penjelasan itu tambah gamblang ketika Ketua MUI KH Ahmad Khalil Ridwan dalam pertemuan itu mengemukakan bahwa di Teheran ibukota Iran tidak (dibolehkan) ada masjid Sunni (Ahlus Sunnah).

Disahut oleh KH Athian Ali Da’i, sebaliknya, sinagog Yahudi ada 19 di Teheran itu. Bahkan pengalaman KH Athian ketika diundang Kedutaan RI di Teheran, diberitahu bahwa jumlah lelaki di Kedubes RI itu hanya 28 orang, maka ketika mengadakan shalat Jum’at perlu mengundang warga Muslim Brunei, Malaysia dan sebagainya di Teheran, agar mencapai 40 orang sesuai dengan madzhab Imam Syafi’i. Namun Kedutaan RI itu diteror setiap mengadakan Jum’atan. Kemudian kembali shalat biasa dengan 28 orang.

Dalam pertemuan itu dijelaskan pula tentang Sudan telah menutup atase kebudayaan Iran yang ada di Sudan dan mengusir diplomatnya. Pemerintah Sudan di bawah kepemimpinan Presiden Omar Al Bashir telah menutup Pusat Kebudayaan Iran dan mengusir diplomat negara Syiah itu dalam jangka waktu 72 jam, di awal September 2014 lalu.

Berkaitan dengan itu, pernah diberitakan sikap Annas, di antaranya: Dalam pengamatan ANNAS, Kedutaan Besar Iran adalah Markas Besar Penyebaran Syiah. ANNAS juga melihat, kepercayaan dan keberanian para pengikut Syiah disandarkan pada dorongan, bantuan, serta kerja intelijen Kedutaan Besar Iran. (lihat http://www.nahimunkar.com/kh-athian-ali-annas-dukung-pemerintah-sudan-tutup-pusat-kebudayaan-iran/ ).

By nahimunkar.com


Yordania
Serangan udara Yordania difokuskan di Raqqa yang dikuasai ISIS

Uni Emirat Arab UEA mengatakan telah mengirimkan pesawat tempur F-16 ke Yordania untuk mendukung serangan udara negara itu terhadap militan Negara Islam ISIS. Yordania telah berjanji untuk melawan ISIS setelah kelompok itu mengunggah sebuah video yang menunjukkan pilot Yordania dibakar hidup-hidup.

Uni Emirat Arab tak lagi bergabung dengan koalisi serangan udara melawan ISIS setelah Moaz al-Kasasbeh ditangkap tahun lalu.

Sampai saat ini belum ada keterangan mengenai apakah suadron Uni Emirat Arab akan melancarkan serangan terhadap ISIS dari Yordania.

Langkah yang diambil Uni Emirat Arab itu memastikan bahwa negara tersebut memiliki solidaritas terhadap Yordania, seperti diberitakan oleh kantor berita pemerintah.
Dalam sebuah video Letnan Kasasbeh, 26 tahun, di bakar hidup-hidup dalam sebuah jeruji yang dipublikasikan secara online oleh ISIS pada awal pekan ini.

Dia ditangkap oleh militan pada Desember 2014, setelah pesawat tempurnya F-16 jatuh di Suriah. Rekaman video itu diyakini diambil pada 3 Januari lalu.

Serangan udara Yordania difokuskan di Raqqa, kota yang dikuasai ISIS.
Sebelumnya, Kelompok ISIS mengatakan seorang perempuan warga AS,

Kayla Jean Mueller, yang diyakini tengah disandera, tewas ketikapesawat tempur Yordania menjatuhkan bom di sebuah rumah di kota Raqqa, markas besar ISIS di Suriah.

Tetapi, AS mengatakan mereka belum memiliki bukti untuk mengkonfirmasi pernyataan kelompok militan Negara Islam atau ISIS tersebut.

Source : BBC

Merdeka.com - Raja Abdullah II, sang penguasa Yordania, marah besar karena Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) membunuh pilot tempurnya dua hari lalu. Hari ini, Kamis (5/2), media-media Timur Tengah ramai mengabarkan bahwa raja ikut terjun menggempur markas ISIS di perbatasan Yordania-Suriah.

Surat kabar An Nahar memastikan Raja Abdullah II ikut berperang. Pada masa mudanya, pemimpin Yordania ini adalah perwira Angkatan Udara, memiliki kemampuan menerbangkan jet tempur.

Sementara Stasiun Televisi Fox News, melaporkan bahwa sang raja kemarin memangkas jadwal lawatan di Amerika Serikat awal pekan ini, setelah dipastikan sandera ISIS asal Yordania dibakar hidup-hidup.

Saat kabar itu dia terima, Abdullah II memutuskan segera pulang ke Ibu Kota Amman. Tiga tahanan teroris yang terkait dengan ISIS dieksekusi mati kemarin subuh.


"Raja Abdullah sangat marah, dia mengatakan siap memerangi ISIS sampai mereka kehabisan minyak dan peluru," ujar satu sumber dekat dengan istana Amman.

Keberanian Raja Abdullah jadi obrolan ramai warga AS. Mereka membandingkannya dengan Presiden Barack Obama yang tak punya strategi jelas mengatasi situasi panas di Timur Tengah.

"Raja Abdullah jelas lebih bernyali dibanding Obama," kata Senator Duncan Hunter, dari Partai Republik yang berseberangan dengan Gedung Putih.

Para militan ISIS akhir Januari mengontak Yordania, menuntut pertukaran tahanan Al Qaidah bernama Sajida al-Rishawi dengan pilot jet tempur Yordania Muath al-Kasaesbeh yang mereka sandera.

Jet tempur Muath mengalami kerusakan mesin di atas Kota Raqqa, pada Desember 2014, sehingga dia terpaksa menggunakan kursi pelontar. Nahas, sang pilot langsung ditangkap oleh para militan pendukung khilafah.

Karena Yordania dianggap tidak merespon tuntutan ISIS, Muath dibakar hidup-hidup di dalam bui. Video pembantaian itu lantas diunggah ke Internet. Warga Yordania marah besar. Dua hari terakhir unjuk rasa meluas, menuntut tentara membuka perbatasan agar mereka bisa langsung menghabisi ISIS.

merdeka.com